Sepak bola tarkam — atau antar-kampung — adalah fenomena yang lekat dengan kehidupan olahraga di Indonesia. Meski bersifat amatir dan digelar di lapangan sederhana, partisipasi pemain sering kali mendapatkan imbalan berupa honorarium yang nyata — bahkan bagi beberapa pemain profesional. Artikel ini mengulas berapa honor pemain tarkam bola, serta fakta-fakta menarik di balik angka-angka tersebut.
Honor Pemain Tarkam: Tidak Ada Standar Resmi
Pertandingan tarkam biasanya tidak berada di bawah organisasi resmi dengan gaji tetap. Karena itu, besar honor sangat bervariasi tergantung lokasi turnamen, level pemain, dan kemampuan negosiasi antara pemain atau agen dengan penyelenggara.
Beberapa gambaran umum honor pemain tarkam:
Untuk Pemain Lokal / Amatir
- Banyak pemain lokal (amateur) mendapatkan sekitar Rp200 ribu hingga Rp1 juta per laga dalam turnamen antar kampung di berbagai daerah.
- Di sebagian wilayah, bayaran ini bisa dianggap standar untuk menarik pemain berpengalaman.
Untuk Pemain Berlabel Klub Liga
- Pemain yang memiliki pengalaman di klub profesional atau liga lebih tinggi justru bisa mendapat honor lebih besar. Menurut sejumlah sumber, pemain lokal Liga 1 yang tampil di tarkam bisa menerima hingga sekitar Rp5 juta per pertandingan.
- Ada pula laporan bahwa beberapa pemain profesional pernah mengaku mendapat bayaran antara Rp5 juta hingga Rp10 juta untuk satu laga tarkam, tergantung negosiasi dan nama besar pemain.
Perlu dicatat bahwa nominal-nominal di atas bukan angka baku atau selalu sama di setiap daerah. Honor bisa berfluktuasi tergantung organizer turnamen, minat penonton, serta status pemain sendiri.
Bonus dan Saweran: Uang Tambahan yang “Tak Resmi”
Selain honor dasar, sebagian pemain juga mendapat bonus atau saweran dari penonton saat tampil impresif — misalnya mencetak gol atau menjadi favorit penonton. Tradisi saweran ini sering muncul di pertandingan lokal dan memberi tambahan penghasilan nyata, meski tidak tercatat sebagai honor resmi.
Sistem Negosiasi Honor
Dalam praktik banyak turnamen tarkam, honor pemain biasanya dibicarakan sebelum pertandingan, baik itu:
- Per pertandingan
- Per turnamen
- Bonus per gol atau prestasi tertentu
Terkadang, ada ketidaksepakatan soal nilai honor antara satu pemain dengan pemain lain — bahkan jika mereka bermain di posisi yang sama — karena tidak ada standar formal yang mengatur upah dalam tarkam.
Fakta Lapangan yang Jarang Dibahas
1. Honor Tidak Selalu Dibayar Tepat Waktu
Karena sifatnya informal, honor sering dibayar langsung setelah pertandingan atau bahkan di akhir turnamen. Tidak ada jaminan pembayaran berkala seperti kontrak profesional.
2. Pemain Profesional Terkadang Mengandalkan Tarkam
Dalam beberapa kasus, pemain profesional yang mengalami keterlambatan gaji dari klub utama memilih tampil di turnamen tarkam untuk tetap mendapatkan pemasukan harian atau mingguan.
3. Organisasi Turnamen Mempengaruhi Honor Secara Drastis
Turnamen yang lebih besar atau memiliki sponsor lokal biasanya memberikan honor lebih besar dibanding yang hanya berskala internal desa atau kampung.
Kesimpulan
- Honor pemain tarkam sangat fleksibel dan tidak seragam.
- Pemain lokal bisa menerima ratusan ribu hingga jutaan rupiah per laga berdasarkan negosiasi dan status pemain.
- Pemain profesional atau berlabel liga sering mendapatkan honor yang jauh lebih tinggi — bisa hingga Rp5 juta atau lebih untuk satu pertandingan.
Meski tidak seformal sistem gaji profesional, honor tarkam tetap memberi nilai ekonomi nyata bagi pemain dan menjadi alasan mengapa budaya tarkam tetap hidup kuat di banyak komunitas sepak bola Indonesia.


Leave a Reply